|
|
Original
Production, February 19, 2006
ROCKER TAK PERNAH TUA
sumber: kompas.com
Original Link: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0602/19/hiburan/2437359.htm

FRANS SARTONO
Rock tidak pernah tua. Setidaknya itu terlihat pada konser Uriah
Heep di Lapangan Tenis Tertutup, Senayan, Jakarta, pada Minggu
(12/2).
Gitaris Mick Box (59) yang ikut membentuk Uriah Heep di London,
Inggris, pada 1969 menyuguhkan musik penuh energi. Pemusik dan
penonton yang sama-sama berkepala lima tampak bersemangat muda.
Menjelang akhir konser, Uriah Heep memainkan lagu July Morning.
Simak bait awalnya: There I was on a July morning/ Looking for love/
With the strength of a new day dawning/ And the beautiful sun.
Ratusan penonton menyambut antusias lagu berjenis balada yang
dibawakan vokalis Bernie Shaw itu. Mereka menirukan bagian chorus
yang berbunyi ”La la laa la, la la la la....” Mereka juga hafal
interlude yang memang indah dan melodik. Dalam versi album asli,
lagu tersebut melibatkan musisi tamu Manfred Mann pada instrumen
moog.
Urian Heep juga membawakan lagu seperti Come Away Melinda dan Gypsy
yang sangat dikenal oleh penikmat musik rock sekitar 30 tahun lalu.
”Saya kenal lagu July Morning waktu masih SMP. Sudah 30 tahun lebih
saya tak dengar lagu itu, dan baru kemarin denger lagi,” kata Rudi
Sasongko (48), karyawan sebuah bank di Jakarta yang menonton konser
Uriah Heep.
Sewaktu July Morning menggema, Rudi menyorongkan telepon selulernya
ke arah panggung. Ia ingin agar sahabat lamanya yang berada di Batam
ikut mendengarkan lagu itu. Ia adalah kawan sekolah Rudi waktu SMP—mereka
lulus tahun 1974. Mereka bernostalgia lewat konser grup rock yang
pernah menaungi hari-hari mereka pada masa lalu.
Terus beredar
Uriah Heep merupakan salah satu band yang terus beredar selama lebih
dari tiga dekade. Mereka membongkar pasang personel. Dari tahun 1969
sampai kini pernah bergabung sekitar 30 pemain dalam grup band ini.
Formasi mereka saat ini merupakan bentukan tahun 1986. Mereka adalah
Mick Box, gitaris yang merupakan salah seorang pendiri grup.
Kemudian Lee Kerslake, pemain drum yang bergabung sejak 1972, tetapi
keluar pada 1979. Ia masuk lagi pada tahun 1982 hingga sekarang.
Pemain bas Trevor Bolder bergabung pada 1976 sampai 1981, lalu masuk
lagi tahun 1983. Vokalis utama Bernie Shaw dan pemain keyboards Phil
Lanzon bergabung sejak tahun 1986.
Grup seangkatan Uriah Heep yang juga masih berkiprah di pentas rock
antara lain Deep Purple. Usia personel mereka sudah berkepala enam,
yaitu vokalis Ian Gillan (60), basis Roger Glover (60), dan penabuh
drum Ian Paice (58).
The Rolling Stones yang lebih dulu berjaya sejak tahun 1962 juga
digerakkan oleh rocker berkepala enam. Tersebutlah Mick Jagger dan
Keith Richards yang sama-sama berusia 63, dan penabuh drum Charlie
Watt yang pada bulan Juni nanti genap 65 tahun.
Di Indonesia, ada God Bless yang masih bertahan. Mereka kini diawaki
Ahmad Albar (59), Ian Antono (54), Abadi Soesman (57), dan yang
termuda penabuh drum Gilang Ramadhan (42).
Legenda
Uriah Heep masih produktif hingga hari ini. Selain berkonser
keliling dunia, mereka masih membuat album seperti Sea of Light
(1995), Sonic Origami (1998), sampai Between Two Worlds (2005).
Beberapa lagu dari album tersebut dinyanyikan di Jakarta. Akan
tetapi, sambutan publik tampak lebih seru untuk lagu Uriah Heep era
1970-an.
God Bless, yang menjadi band pembuka konser Uriah Heep, juga
membawakan lagu lama mereka, seperti Huma di Atas Bukit sampai
Panggung Sandiwara.
Begitu juga Deep Purple dalam konsernya di Jakarta pada tahun 2002
dan 2004. Mereka membawakan lagu kondang era 1970-an seperti Smoke
on the Water, Speed King, sampai Woman from Tokyo.. Mereka juga
membawakan lagu dalam album Bananas keluaran tahun 2003, tetapi tak
mendapat respons seseru lagu legendaris mereka pada 1970-an.
Potensi
Menilik respons publik, tampaknya grup-grup legendaris itu cenderung
ditempatkan dalam ruang kenangan. Grup itu sendiri sebenarnya terus
mengalir dengan kreasi baru.
Masa lalu itu dilihat sebagai pasar potensial dalam bisnis hiburan.
Original Production yang menggelar konser Uriah Heep memahami
kondisi tersebut.
”Potensi grup legendaris cukup bagus. Kita punyamarket kuat di
situ,” kata Tommy Pratama, promotor Original Production yang lebih
menekankan pada pementasan grup yang mereka anggap melegenda. Mereka
pernah mendatangkan Deep Purple, Megadeth, Scorpions, sampai Air
Supply.
Zaman terus berganti, tetapi kenangan akan sebuah masa masih
menggenang di benak publik, yang terus bertambah umurnya. Mereka
menikmati masa lalu dengan rock, sementara para jawara rock itu
menikmati rock sebagai jalan hidup dan penghidupan. Simak jawaban
Ian Gillan dalam wawancara dengan Kompas dua tahun lalu, tentang
relasi usia dan musik rock.
”Tidak ada yang berubah karena rock telah menjadi santapan kami
sehari-hari. Musik rock itu sesuatu yang pleasurable, menyenangkan.
Maka, kami melakukannya sebaik mungkin dan dengan rasa yang nyaman,”
kata Gillan.
Jadi, jangan pernah merasa tua untuk menikmati rock. |